5. Tiga Kesalahan dalam Embriologi Islam
Deskripsi Alquran dan hadis tentang embrio dan janin pengembangan memiliki setidaknya tiga kesalahan:
Kesalahan 1
Al-Quran 23:14 memberikan urutan perkembangan embrio tetapi mengatakan daging datang setelah tulang.
“Kemudian Kami jadikan tetesan mani itu menjadi segumpal darah yang menempel, dan Kami jadikan gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan Kami membuat [dari] bongkahan, tulang, dan Kami menutupi tulangnya dengan daging; kemudian Kami kembangkan dia menjadi ciptaan lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta.” Al-Quran 23:14
Namun tidak pernah ada titik di mana embrio hanyalah kerangka tanpa daging.
Kesalahan 2
Hadits shahih (sahih) mengatakan wanita mengeluarkan cairan "encer dan kuning". dan itu anak tersebut mirip dengan orang yang keluar terlebih dahulu saat berhubungan badan.
“Keluaran manusia (yaitu sperma) kental dan berwarna putih keputihan wanita encer dan berwarna kuning" Shahih Muslim 311
“Jika seorang laki-laki bersetubuh dengan isterinya dan mendapat cairan terlebih dahulu, maka anak tersebut akan menyerupai ayah, dan jika wanita itu keluar terlebih dahulu, anak itu akan mirip dengannya." Shahih Bukhari 3329
Namun pada wanita, tidak ada cairan “encer dan kuning” yang berkontribusi terhadap kelahiran anak
kemiripan.
Dan kemiripan anak itu berdasarkan genetika bukan siapa yang mengeluarkannya
pertama.
Kesalahan 3
Hadits shahih (sahih) mengatakan embrio adalah a segumpal darah dari 40-80 hari dan sebuah sepotong daging dari 80-120 hari.
Shahih Bukhari 3208
- “seorang manusia dimasukkan ke dalam rahim ibunya empat puluh hari [0-40 hari],
- dan kemudian dia menjadi a segumpal darah kental untuk jangka waktu yang sama [40-80 hari],
- kemudian sepotong daging untuk jangka waktu yang sama [80-120 hari]"
Antara hari ke 40-80, embrio bukanlah gumpalan darah - mereka berkembang menjadi jari dan
jari kaki.
Antara 80-120 hari, embrio bukanlah segumpal daging, melainkan tulang yang berkembang.
